DEKON

Perumusan Visi SMK N Jateng Di Purbalingga

Kegiatan Pendampingan Individu oleh Pengajar Praktik dalam perumusan Visi Sekolah.

Kegiatan Elaborasi

Elaborasi pemahaman adalah proses memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Ruang Kolaborasi

Aktivitas yang dapat dilakukan oleh Calon Guru Penggerak (CGP), seperti masuk ke Ruang Virtual untuk diskusi, masuk ke Ruang Virtual untuk presentasi, dan mengumpulkan tugas.

Profil Blogger

Saya adalah seorang guru Kejuruan Teknik Pemesinan CNC dan CAM SMK N Jateng Di Purbalingga.

Aksi Nyata

Aksi Nyata adalah kegiatan konkret yang dilakukan oleh seorang Guru Penggerak dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Wednesday, September 4, 2024

Eksplorasi Konsep 1 - Modul 2.2

 

Eksplorasi Konsep - Modul 2.2 

Durasi                                                 : 2 JP
Moda                                                   : Mandiri
Tujuan Pembelajaran Khusus         : 

1.       CGP dapat menjelaskan urgensi Pembelajaran Sosial dan Emosional untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman  agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal.

2.       CGP dapat menjelaskan konsep Pembelajaran Sosial dan Emosional berdasarkan kerangka kerja CASEL  (Collaborative  for Academic, Social and Emotional Learning) yang bertujuan untuk mengembangkan 5 (lima) Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) yaitu: kesadaran diri, manajemen diri, kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

3.       CGP dapat mendemonstrasikan pemahaman tentang konsep kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar pengembangan 5 kompetensi sosial emosional  (KSE).

4.       CGP dapat menjelaskan bagaimana implementasi pembelajaran sosial emosional di kelas dan sekolah melalui 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi dalam  praktik mengajar guru dan kurikulum akademik,  penciptaan iklim kelas dan budaya sekolah, dan penguatan pembelajaran sosial emosional pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) di sekolah. 

 

Berdasarkan  pembelajaran  5 Kompetensi Sosial  dan Emosional yang telah Anda baca, pelajari Tabel Gambar Kegiatan KSE kemudian jelaskan KSE yang diterapkan pada setiap kegiatan berikut : 

Berikut penjelasan terkait penerapan 5 Kompetensi Sosial dan Emosional (KSE) pada setiap kegiatan:

  1. Kegiatan: Memberikan kesempatan pada murid untuk membaca buku pilihannya dalam suasana yang kondusif.
    KSE dan Penjelasan:

·  Kesadaran Diri: Murid memahami minat dan preferensinya dalam memilih buku yang sesuai dengan kebutuhan dan kesukaannya.

·  Manajemen Diri: Murid mengatur dirinya agar tetap fokus dan nyaman dalam suasana membaca.

·  Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: Murid memilih buku yang sesuai dengan tujuannya, baik untuk pembelajaran maupun hiburan, dan bertanggung jawab atas pilihannya.

 

  1. Kegiatan: Memberikan kesempatan pada murid untuk merefleksikan proses pembelajaran yang sudah diikuti (Misalnya; apa yang disukai/mudah/menantang/ingin dipelajari lebih lanjut sebelum melanjutkan pembelajaran berikutnya).
    KSE dan Penjelasan:

·  Kesadaran Diri: Murid mengidentifikasi perasaannya terhadap materi pembelajaran dan evaluasi diri tentang tantangan serta hal-hal yang mudah dipahami.

·  Manajemen Diri: Murid mengelola perasaannya terkait proses pembelajaran, serta menyusun strategi untuk perbaikan di masa depan.

·  Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: Murid membuat keputusan tentang apa yang ingin dipelajari lebih lanjut berdasarkan refleksi diri terhadap kebutuhan belajarnya.

 

  1. Kegiatan: Mengadakan dialog interaktif tentang bagaimana membangun tanggung jawab/etika dalam penggunaan media sosial.
    KSE dan Penjelasan:

·  Kesadaran Sosial: Murid memahami dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial terhadap diri sendiri dan orang lain.

·  Keterampilan Relasi: Murid berlatih mendengarkan pendapat teman-teman dan berkolaborasi dalam diskusi terkait etika penggunaan media sosial.

·  Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: Murid belajar membuat keputusan bijak terkait penggunaan media sosial dengan mempertimbangkan etika dan tanggung jawab sosial.

 

  1. Kegiatan: Memberikan fleksibilitas pada murid untuk mengerjakan tugas yang pilihannya terlebih dahulu.
    KSE dan Penjelasan:

·  Manajemen Diri: Murid mengatur prioritas tugas sesuai dengan kapasitas dan kenyamanan pribadi.

·  Kesadaran Diri: Murid memahami tugas mana yang menurutnya lebih mudah atau menantang, serta menyesuaikan dengan cara belajar yang efektif.

·  Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: Murid bertanggung jawab atas urutan pengerjaan tugas yang dipilih dan dampaknya pada hasil belajar.

 

  1. Kegiatan: Memberikan kesempatan pada murid untuk mengelola sebuah kegiatan (literasi, seni, olahraga, dll.).
    KSE dan Penjelasan:

·  Kesadaran Sosial: Murid belajar bekerja sama dan mempertimbangkan kebutuhan serta minat orang lain dalam menyelenggarakan kegiatan.

·  Keterampilan Relasi: Murid membangun keterampilan komunikasi dan kolaborasi dalam mengelola dan menjalankan kegiatan bersama teman-temannya.

·  Pengambilan Keputusan yang Bertanggung Jawab: Murid membuat keputusan terkait pelaksanaan kegiatan dan mempertimbangkan dampak keputusan tersebut terhadap kesuksesan acara.

 

Ini merupakan implementasi pembelajaran sosial dan emosional (SEL) yang berfokus pada keterlibatan murid secara aktif dalam proses belajar dan kehidupan sosial di sekolah.



Praktik Kesadaran Penuh (Mindfulness)
Anda dapat melihat cara mempraktikkan teknik STOP melalui video tutorial di bawah ini:


5 kompetensi sosial emosional (KSE) berdasarkan kerangka CASEL





Mulai dari Diri - Modul 2.2

 

Mulai dari Diri - Modul 2.2 

Instruksi

“Sebagai seorang pendidik, jadilah seperti air. Teguh pendiriannya namun juga siap untuk menyesuaikan diri dalam menjalani proses belajar” 

(Itje Chodidjah)


Tujuan Pembelajaran Khusus: 
CGP merefleksikan kompetensi sosial dan emosional dirinya maupun murid

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,

Selamat datang dalam fase pertama pembelajaran kita. Mari refleksikan pengalaman  berkaitan dengan kompetensi sosial dan emosional, baik diri sendiri maupun murid Anda. Bacalah setiap pertanyaan ini dengan seksama dan refleksikan dengan  keterbukaan dan kedalaman. Selamat berefleksi!


Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional

Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Soal 1

  1. Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya? 

Your answer:

Kejadiannya ketika usulan Lomba kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Jawa Tengah dibatalkan (mengundurkan diri) dengan alasan tidak ada anggaran sekolah. sekitar 4 tahun yang lalu, yang terlibat adalah Ketua kompetensi keahlian, KS ,Waka Sarpras. saya memilih untuk refleksi diri  supaya mengetahui kesalahan atau kekeliruan sendiri. Kejadiannya bisa saya ceritakan sebagai berikut : 

Suasana di SMK Negeri Jawa Tengah di Purbalingga begitu penuh semangat. Para siswa yang tergabung dalam tim lomba Kompetensi Siswa (LKS) Teknik Pemesinan CNC Tingkat Provinsi Jawa Tengah bekerja keras mempersiapkan diri. Mereka telah berlatih selama berbulan-bulan, mengorbankan waktu dan tenaga demi meraih prestasi gemilang. Raut wajah mereka terpancar harapan dan kebanggaan, karena mereka membawa nama sekolah dan kabupaten ke ajang bergengsi.

Saya selaku guru pembimbing mereka, selalu memberikan motivasi dan dukungan tanpa henti. saya mengatur jadwal latihan, mengajarkan teknik-teknik terbaik, dan memastikan anak didiknya siap menghadapi lomba. Namun, di balik semangat dan persiapan yang matang, tersimpan kekhawatiran yang mulai muncul.

Seminggu sebelum hari perlombaan, saya menghadap ketua kompetensi keahlian untuk menanyakan Tool dan peralatan bantu untuk LKS CNC Milling, selanjutnya perbincangan tersebut melibatkan KS dan Waka Sarpras untuk dirapatkan. Perdebatan dan argumen pun timbul di rapat tersebut yang pada kesimpulannya sekolah membatalkan atau mengundurkan diri untuk mengikuti LKS dikarenakan alas an biaya dan anggaran Bahan Praktek.

Alasannya cukup jelas dan berat untuk diterima: kekurangan sarana prasarana pendukung dan biaya. Pemerintah provinsi mengalami keterbatasan anggaran, sehingga tidak mampu menyediakan fasilitas dan biaya yang memadai untuk melaksanakan lomba tahun tersebut.

saya merasa kecewa. saya tahu betapa besar harapan para siswa terhadap lomba ini. Segera,saya mengumpulkan seluruh tim LKS di ruang kelas. Anak-anak duduk dengan raut wajah penuh harapan, menunggu kabar baik.

"Anak-anak," saya memulai dengan suara bergetar, "saya tahu kalian sudah bekerja keras, dan saya sangat bangga dengan kalian. Namun, dengan berat hati saya harus memberitahukan bahwa lomba LKS Tingkat Provinsi tahun ini dibatalkan."

Sejenak, ruangan itu sunyi. Para siswa tampak terkejut dan bingung. Mereka saling memandang satu sama lain, mencoba memahami apa yang baru saja didengar. Beberapa di antara mereka mulai menangis, merasa perjuangan mereka sia-sia.

"Saya tahu ini berat," lanjut saya "tetapi kalian harus tahu bahwa usaha kalian tidak pernah sia-sia. Kalian telah belajar banyak, bukan hanya tentang materi lomba, tetapi juga tentang disiplin, kerja sama, dan semangat juang. Semua itu adalah pelajaran berharga yang akan membawa kalian jauh ke depan."

Meskipun kecewa, para siswa mulai memahami kata-kata saya. Mereka sadar bahwa perjuangan mereka memiliki nilai tersendiri, meskipun lomba tidak jadi dilaksanakan. Mereka belajar menerima kenyataan dengan lapang dada, dan bersiap untuk tantangan-tantangan lain yang mungkin akan datang.

Di akhir pertemuan, saya memberikan pesan , "Ingatlah, anak-anak, kesempatan mungkin tertunda, tapi mimpi kalian tidak pernah berhenti. Teruslah berusaha dan jangan pernah menyerah. Siapa tahu, di masa depan kalian akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar lagi." 

Soal 2

  1. Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping)? Bagaimana  Anda dapat bangkit kembali (recovery) dan bertumbuh (growth) dari krisis  tersebut? 

Your answer:

Dalam menghadapi krisis pembatalan lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi, terdapat beberapa langkah reflektif yang bisa diambil untuk memahami proses coping, recovery, dan growth:

  1. Coping: Menghadapi Krisis

Saat mendengar berita pembatalan lomba, perasaan kecewa, frustrasi, dan kehilangan harapan adalah respons alami. Dalam situasi seperti ini, penting untuk mengenali dan menerima emosi tersebut sebagai bagian dari proses coping. Mungkin ada keinginan untuk menyalahkan keadaan atau merasa putus asa, tetapi refleksi yang sehat mendorong untuk menilai ulang situasi dengan lebih tenang.

Langkah Coping:

  • Menerima Realitas: Menyadari bahwa ada hal-hal yang di luar kendali kita, seperti keterbatasan anggaran dan sarana prasarana, dan menerima kenyataan tersebut.
  • Mengelola Emosi: Mencari cara untuk menenangkan diri, seperti berbicara dengan seseorang yang dipercayai, melakukan aktivitas yang menyenangkan, atau meluangkan waktu untuk merenung.
  • Fokus pada Positif: Mencari sisi positif dari situasi tersebut, seperti pelajaran dan pengalaman yang telah didapatkan selama persiapan lomba. 
  1. Recovery: Bangkit Kembali

Setelah menerima kenyataan dan menghadapi emosi negatif, langkah selanjutnya adalah mulai membangun kembali semangat dan motivasi. Ini adalah fase di mana kita mulai mencari cara untuk kembali berfokus pada tujuan jangka panjang meskipun mengalami kekecewaan.

Langkah Recovery:

  • Mencari Dukungan: Berbicara dengan teman sejawat, keluarga, atau mentor yang dapat memberikan perspektif baru dan dukungan moral.
  • Menyusun Ulang Rencana: Mengevaluasi kembali tujuan dan menyusun strategi baru untuk mencapai tujuan yang sama atau bahkan lebih besar.
  • Kembali ke Rutinitas: Melanjutkan kegiatan sehari-hari dan melibatkan diri dalam proyek atau aktivitas baru yang dapat memulihkan rasa percaya diri dan motivasi. 
  1. Growth: Bertumbuh dari Krisis

Krisis dapat menjadi kesempatan untuk pertumbuhan pribadi dan profesional. Dari setiap pengalaman sulit, ada pelajaran yang bisa diambil untuk menjadi lebih kuat dan bijaksana di masa depan.

Langkah Growth:

  • Refleksi Mendalam: Meluangkan waktu untuk merenung tentang apa yang telah dipelajari dari pengalaman tersebut, baik tentang diri sendiri maupun tentang bagaimana menghadapi tantangan.
  • Mengembangkan Resiliensi: Menggunakan pengalaman ini untuk memperkuat mental dan emosional, sehingga siap menghadapi tantangan serupa di masa depan.
  • Meningkatkan Kompetensi: Mungkin ada keterampilan atau pengetahuan yang perlu ditingkatkan agar lebih siap di masa depan. Mengambil kursus, membaca buku, atau mengikuti pelatihan bisa menjadi bagian dari proses ini.
  • Berbagi Pengalaman: Membagikan pelajaran yang didapat kepada orang lain, baik kepada siswa maupun rekan kerja, untuk membantu mereka menghadapi situasi serupa di masa depan.

Soal 3

c.                Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut.

·        Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut?

·        Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik?

Your answer:

Setelah melewati krisis pembatalan lomba Kompetensi Siswa (LKS) Tingkat Provinsi, saya menggambarkan diri saya sebagai seseorang yang lebih matang, kuat, dan penuh keteguhan. Krisis tersebut telah mengajarkan saya beberapa pelajaran penting yang berdampak signifikan terhadap diri saya, terutama dalam menjalankan peran sebagai pendidik.

  1. Gambaran Diri Setelah Krisis

Setelah melalui krisis, saya merasa lebih tangguh secara mental dan emosional. Saya kini lebih mampu menerima kenyataan yang ada, bahkan ketika kenyataan itu tidak sesuai dengan harapan. Proses mengatasi kekecewaan dan kebingungan membuat saya lebih sabar dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Saya juga menjadi lebih reflektif, mampu melihat situasi dari berbagai sudut pandang, dan lebih berfokus pada solusi daripada masalah.

  1. Hal Terpenting yang Telah Dipelajari

Hal terpenting yang saya pelajari dari krisis ini adalah pentingnya fleksibilitas dan ketahanan dalam menghadapi perubahan yang tidak terduga. Saya menyadari bahwa tidak semua hal bisa dikendalikan, dan terkadang, yang terbaik yang bisa dilakukan adalah beradaptasi dan mencari makna di balik setiap peristiwa. Saya juga belajar bahwa proses lebih penting daripada hasil akhir. Persiapan, kerja keras, dan pembelajaran yang terjadi selama proses adalah nilai-nilai yang tetap melekat meskipun hasil akhirnya berbeda dari yang diharapkan.

  1. Dampak Pengelolaan Krisis terhadap Peran sebagai Pendidik

Pengelolaan krisis ini telah membawa dampak positif yang mendalam terhadap cara saya menjalankan peran sebagai pendidik:

  • Empati dan Pengertian: Saya menjadi lebih peka terhadap perasaan dan perjuangan siswa. Saya mengerti bahwa mereka juga bisa mengalami kekecewaan dan tantangan yang tidak terduga, sehingga saya lebih siap memberikan dukungan emosional dan bimbingan yang mereka butuhkan.
  • Pembelajaran Berbasis Pengalaman: Saya semakin menghargai pentingnya pembelajaran berbasis pengalaman. Saya menggunakan pengalaman pribadi ini sebagai bahan ajar untuk menunjukkan kepada siswa bagaimana menghadapi tantangan, beradaptasi, dan tumbuh dari situasi sulit.
  • Pemimpin yang Lebih Adaptif: Saya menjadi lebih fleksibel dalam menghadapi perubahan dan lebih kreatif dalam mencari solusi. Ini membuat saya mampu memimpin siswa dan rekan sejawat dengan cara yang lebih inovatif dan efektif, terutama dalam situasi yang tidak terduga.
  • Peningkatan Resiliensi dalam Pengajaran: Saya menyadari pentingnya membangun resiliensi, baik pada diri sendiri maupun pada siswa. Saya lebih menekankan pada pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis yang membantu siswa menghadapi kegagalan dan tantangan dengan sikap positif.

 

Monday, September 2, 2024

Jurnal Refleksi Dwimingguan 5

 

  • Batas waktu 31 Agu jam 23:59
  • Format isian teks or unggah dokumen
  • Pengerjaan 1

  • Batas jumlah pengerjaan 2
    • Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, Silakan tuangkan hasil refleksi dwi-mingguan yang dilakukan pada kegiatan ini. 

    Friday, August 30, 2024

    ELABORASI 5

     Hari/Tanggal: Jumat, 30 Agustus 2024

    Waktu: 13.00 - 14.30 (Sesi 1)

    Instruktur: Ibu Tety Roosliana (Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah  Kabupaten Tulungagung)

    "Belajar adalah sebuah perjalanan: dari fakta ke pengetahuan, ke pemahaman dan akhirnya kebijaksanaan."
    (Anonim)


    Durasi                                        : 2 JP
    Moda                                         : Video Conference
    Tujuan Pembelajaran Khusus    : CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang pembelajaran berdiferensiasi lewat proses tanya jawab dan diskusi.

    Pertanyaan Pemantik:

    1. Sejauh ini, adakah yang masih membuat saya bingung atau gelisah tentang penerapan pembelajaran berdiferensiasi? Pertanyaan-pertanyaan apa yang masih saya miliki?
    2. Bagaimana saya akan menggunakan sesi elaborasi ini untuk membantu saya mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya?

    Apa kabar Bapak/Ibu CGP semuanya? 
    Semoga kebahagiaan dan kebaikan selalu melingkupi hari-hari Anda. 

    Apa kabar Bapak/Ibu CGP semuanya? Semoga kebahagiaan dan kebaikan selalu melingkupi hari-hari Anda. Apakah Anda menyadari bahwa Anda telah memasuki sesi pembelajaran ke-5 dari 7 sesi pembelajaran di Modul Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Melalui Pembelajaran Berdiferensiasi ini?  Kami yakin, saat ini Anda sudah semakin tercerahkan namun sekaligus juga mungkin semakin memiliki banyak pertanyaan. Tetaplah semangat karena semua pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menjadi pemandu dalam perjalanan Anda menuju pemahaman.

    Dalam dua jam pelajaran ini, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan konferensi video untuk bertemu dengan instruktur modul ini. Silakan sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan materi pembelajaran berdiferensiasi kepada fasilitator dan instruktur tersebut. Anda akan diberi ruang untuk menyampaikan keraguan dan persepsi tentang potensi hambatan dalam implementasi. Instruktur Anda akan siap untuk memandu.

    Sebelum Anda melakukan sesi pertemuan dengan instruktur, kami meminta Anda membaca beberapa materi bacaan berikut ini. Setelah membaca bahan bacaan, silakan tuliskan pertanyaan yang masih Anda miliki yang ingin Anda tanyakan kepada instruktur. 

    atau Bapak/Ibu bisa mengunduhnya pada tautan di bawah ini :

    7 Alasan Berdiferensiasi

    Peran Kepemimpinan Sekolah

    Saturday, August 24, 2024

    SITEMAP

     


    Penugasan Modul 2.1

    Unggah Tugas Eksplorasi Konsep - Modul 2.1

    ·                  Batas waktu :  Tidak ada batas waktu

    ·                  Jumlah Soal : 1

    ·                  Batas durasi : Tidak ada

    Instruksi

    Karena ini adalah bagian akhir dari eksplorasi konsep sebelum Anda masuk ke alur belajar berikutnya, maka setelah sesi pembelajaran ini selesai, Anda akan diminta untuk menyimpulkan pemahaman Anda tentang pembelajaran berdiferensiasi dengan menggunakan Diagram Frayer. 

    Diagram Frayer adalah pengatur grafis untuk membantu membangun pemahaman atas kosakata atau terminologi tertentu. Teknik ini menuntut seseorang untuk mendefinisikan kosakata atau terminologi yang menjadi target dan menerapkan pemahamannya dengan mengidentifikasi apa yang merupakan contoh dan bukan contoh, memberi ciri, dan/atau mendeskripsikan arti kata tersebut. Informasi ini ditempatkan pada bagan yang dibagi menjadi empat bagian untuk memberikan representasi visual.

    Diagram ini dinamakan sebagai diagram Frayer karena dikembangkan pertama kali oleh Dorothy Frayer, seorang educational psychologist.

    Silakan lengkapi diagram frayer tentang Pembelajaran Berdiferensiasi di atas. Jelaskanlah:

    ·                  Apa definisi pembelajaran berdiferensiasi?

    ·                  Apa saja ciri-ciri/karakteristik pembelajaran berdiferensiasi?

    ·                  Contoh-contoh pembelajaran berdiferensiasi?

    ·                  Yang bukan merupakan contoh pembelajaran berdiferensiasi? 

    Hasil Tugas Ekplorasi Konsep bisa dilihat di link : Pembelajaran Berdiferensiasi

    Adapun Skenario selengkapnya dapat Bapak/Ibu lihat disini : Skenario Diferensiasi


    “Kolaborasi sering didengung-dengungkan sebagai 21st century skills, tapi sebenarnya kolaborasi ini adalah nilai luhur bangsa Indonesia yaitu gotong royong”

    (Iwan Syahril)

    Durasi                                      : 3 JP

    Moda                                       : Diskusi Daring

    Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat melakukan refleksi kolaboratif untuk 

    menganalisis implementasi pembelajaran berdiferensiasi.


    Selamat datang kembali! Anda telah memasuki sesi pembelajaran ke-tiga!

    Anda telah memasuki sesi pembelajaran Ruang Kolaborasi!

    Semoga Anda senantiasa berada dalam keadaan sehat dan semangat dalam 

    mengikuti rangkaian proses pembelajaran ini. Dengan tetap mengacu pada 

    tujuan pembelajaran, bagaimana saya dapat:

    1.     memvariasikan materi berdasarkan kebutuhan belajar murid saya?

    2.     memvariasikan struktur, tingkat dukungan, dan tingkat kemandirian 

    saat murid menyelesaikan tugas dan membuat produk hasil pembelajaran?

    3. memvariasikan kompleksitas atau tingkat kesulitan tugas untuk 

    mengakomodasi murid dengan berbagai tingkat kesiapan di kelas?

    4. memvariasikan sifat produk hasil belajar agar murid dapat 

    menyesuaikannya dengan minat mereka? Bagaimana kita bisa memberikan

    murid kesempatan untuk memilih bentuk ekspresi yang disukai atau yang sesuai

    gaya belajar mereka? Dalam sesi pembelajaran ini, Anda akan kembali 

    mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi, namun kali ini bentuknya akan 

    sedikit berbeda, karena Anda tidak hanya akan berdiskusi dengan fasilitator, 

    melainkan dengan sesama CGP.  Ya, sesi kali ini disebut

    dengan Ruang Kolaborasi. Kali ini, kita akan mencoba berkolaborasi untuk 

    mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang pembelajaran berdiferensiasi. 


    Anda bersama rekan kelompok akan diminta untuk menganalisis skenario 

    pembelajaran yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi 

    yang beragam. Setiap kelompok hanya akan menganalisis satu skenario 

    pembelajaran berdiferensiasi dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan 

    pemandu berikut ini:

    1.    Dari skenario pembelajaran yang telah ditelaah, apakah kebutuhan belajar

    murid yang berusaha dipenuhi oleh guru tersebut? Bagaimana cara guru 

    tersebut menentukan kebutuhan belajar muridnya?

    2.     Strategi pembelajaran berdiferensiasi apa yang digunakan?

    3.     Bagaimana guru tersebut melakukan penilaian?

    Penentuan kelompok dan juga skenario mana yang akan dianalisis  akan 

    difasilitasi oleh Bapak/Ibu Fasilitator.

    Hasil Diskusi Kelompok bisa dilihat disini : Analisis Pembelajaran Berdiferensiasi

    Demonstrasi Kontekstual - Modul 2.1

    "Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu, hendaknya dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri, 

    bermanfaat bagi bangsanya, dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya.”

    (Ki Hajar Dewantara)

    Durasi                                            :4JP
    Moda                                              :Penugasan Mandiri secara asinkron
    Tujuan Pembelajaran Khusus     :CGP dapat membuat Rencana pembelajaran yang memuat

     pembelajaran berdiferensiasi.

    Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di sesi pembelajaran 

    Demonstrasi Kontekstual!

    Pertanyaan Pemantik untuk sesi pembelajaran ini adalah:

    1. Bagaimana saya dapat mendemonstrasikan apa yang telah saya pahami?
    2. Bagaimana pemahaman saya tentang pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu 
    3. saya memecahkan permasalahan pembelajaran yang saya hadapi sehari-hari di kelas?

    Selamat datang Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak di sesi pembelajaran ke -4!

    Ini adalah sesi dimana Anda akan mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk menjadi seorang

    pengambil risiko! 

    Kami berharap, 3 pembelajaran sebelumnya telah memberikan Anda banyak pengetahuan 

    dan keterampilan yang kami yakin dapat membantu Anda untuk keluar dari zona nyaman

    Anda dan mulai melakukan perubahan. Inilah saatnya Anda mendemonstrasikan keterampilan

    yang telah Anda pelajari dalam konteks dan situasi pembelajaran yang nyata dalam sebuah 

    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang memuat pembelajaran berdiferensiasi.

    Sebelum Anda melakukan tugas ini dan untuk membantu Anda mengingat apa yang telah Anda 

    pelajari sebelumnya. Silakan lihat perbedaan antara aktivitas (kegiatan) pembelajaran 

    yang baik versus aktivitas pembelajaran berdiferensiasi yang baik.

    Tabel 1. Aktivitas Pembelajaran yang baik versus aktivitas pembelajaran berdiferensiasi yang baik


    Model Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdiferensiasi bisa melihat di link ini : 

    RPP Berdiferensiasi

    Friday, August 23, 2024

    ELABORASI 4

     

    Tujuan Pembelajaran Khusus: Setelah berdiskusi bersama instruktur, CGP mendemonstrasikan pemahamannya secara lebih mendalam mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif

    Bapak dan Ibu calon guru penggerak,

    Setelah mempelajari konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif dan melaksanakan berbagai aktivitas untuk mendemonstrasikan pemahaman Anda,  sekarang saatnya Anda berdiskusi dengan instruktur untuk mengelaborasi pemahaman Anda. Sebagai persiapan sesi elaborasi pemahaman, kirimkan pertanyaan-pertanyaan yang Anda rasa masih perlu didiskusikan dalam sesi elaborasi pemahaman bersama instruktur.

    Namun sebelum melakukan elaborasi pemahaman bersama instruktur, Anda diminta untuk menuangkan berbagai pertanyaan mengenai materi Budaya Positif yang masih ingin digali lebih lanjut pada aktivitas ini.

    Setelah berdiskusi bersama instruktur, CGP mendemonstrasikan pemahamannya secara lebih mendalam mengenai konsep-konsep inti dalam modul Budaya Positif.