DEKON

Perumusan Visi SMK N Jateng Di Purbalingga

Kegiatan Pendampingan Individu oleh Pengajar Praktik dalam perumusan Visi Sekolah.

Kegiatan Elaborasi

Elaborasi pemahaman adalah proses memperdalam pemahaman terhadap materi yang telah diberikan.

Ruang Kolaborasi

Aktivitas yang dapat dilakukan oleh Calon Guru Penggerak (CGP), seperti masuk ke Ruang Virtual untuk diskusi, masuk ke Ruang Virtual untuk presentasi, dan mengumpulkan tugas.

Profil Blogger

Saya adalah seorang guru Kejuruan Teknik Pemesinan CNC dan CAM SMK N Jateng Di Purbalingga.

Aksi Nyata

Aksi Nyata adalah kegiatan konkret yang dilakukan oleh seorang Guru Penggerak dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Tuesday, November 26, 2024

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL

Demonstrasi Kontekstual dalam Pendidikan Guru Penggerak adalah praktik nyata yang dilakukan oleh Calon Guru Penggerak (CGP) untuk menunjukkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam menerapkan berbagai konsep, nilai, dan keterampilan yang telah dipelajari selama program. Demonstrasi ini berbasis pada konteks atau situasi nyata di sekolah atau komunitas pendidikan tempat CGP berada. Tujuan utamanya adalah menciptakan dampak positif pada siswa, guru lain, dan budaya sekolah secara keseluruhan.

Tujuan Demonstrasi Kontekstual

  1. Menguji Pemahaman Praktis: CGP menunjukkan penerapan nilai-nilai pendidikan Ki Hadjar Dewantara, filosofi pendidikan, dan pendekatan guru penggerak secara nyata.
  2. Meningkatkan Kompetensi Profesional: Mengembangkan kompetensi pedagogik, sosial, emosional, dan kepemimpinan guru.
  3. Menciptakan Dampak Nyata: Meningkatkan proses pembelajaran dan budaya positif di lingkungan sekolah.
  4. Refleksi Diri: Memberikan kesempatan kepada CGP untuk merefleksikan praktik yang dilakukan dan menyempurnakannya.

Langkah-Langkah Demonstrasi Kontekstual

  1. Identifikasi Isu atau Tantangan di Sekolah: CGP memilih permasalahan nyata di sekolah yang relevan dengan peran Guru Penggerak, misalnya budaya disiplin positif, pembelajaran berdiferensiasi, atau penguatan pembelajaran sosial-emosional.
  2. Perencanaan Kegiatan: CGP merancang kegiatan atau intervensi berbasis pada nilai-nilai Guru Penggerak, seperti inovasi dalam pembelajaran, penerapan strategi coaching, atau penerapan filosofi Ki Hadjar Dewantara.
  3. Implementasi: Melaksanakan kegiatan dengan melibatkan siswa, guru, atau komunitas sekolah, misalnya melalui proyek pembelajaran, coaching, atau workshop internal.
  4. Pengamatan dan Dokumentasi: Mencatat hasil, proses, serta dampak kegiatan yang dilakukan untuk menjadi bahan evaluasi.
  5. Refleksi dan Umpan Balik: Menganalisis keberhasilan dan tantangan selama implementasi serta menerima masukan dari mentor atau kolega.
  6. Penyempurnaan dan Laporan: Menyempurnakan praktik berdasarkan refleksi dan menyusun laporan yang menggambarkan proses dan dampaknya.

Contoh Implementasi Demonstrasi Kontekstual

  • Penerapan Segitiga Restitusi: CGP menggunakan pendekatan ini untuk membantu siswa yang memiliki masalah perilaku, mendampingi mereka menemukan solusi mandiri, dan membangun tanggung jawab.
  • Pembelajaran Berdiferensiasi: Menerapkan strategi pembelajaran yang menyesuaikan kebutuhan, minat, dan kemampuan siswa untuk meningkatkan keterlibatan dalam kelas.
  • Workshop Kolaborasi Guru: Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan digital guru lain, seperti penyusunan portofolio digital menggunakan Google Sites.
  • Proyek Sosial-Emosional: Membimbing siswa dalam proyek yang menguatkan kesadaran diri, empati, dan keterampilan relasi.

Manfaat Demonstrasi Kontekstual

  • Memperkuat kemampuan CGP untuk menjadi agen perubahan di sekolah.
  • Memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
  • Memperlihatkan penerapan nilai dan peran Guru Penggerak dalam konteks nyata.
  • Menjadi sarana untuk memengaruhi budaya sekolah ke arah yang lebih positif.

Praktik ini adalah wujud konkret dari filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara, yakni ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, di mana CGP berperan sebagai teladan, pembangun semangat, dan pendukung perubahan.

  1. DEKON MODUL 1.1 : DEKON MODUL Pemikiran Filosofis Ki Hajar Dewantara
  2. DEKON MODUL 1.2 : DEKON MODUL 1.2 Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak
  3. DEKON MODUL 1.3 : DEKON MODUL 1.3 Visi Guru Penggerak
  4. DEKON MODUL 1.4 : DEKON MODUL 1.4 Budaya Positif
  5. DEKON MODUL 2.1 : DEKON MODUL 2.1 Pembelajaran Untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid
  6. DEKON MODUL 2.2 : DEKON MODUL 2.2 Pembelajaran Sosial Dan Emosional
  7. DEKON MODUL 2.3 : DEKON MODUL 2.3 Coaching Untuk Supervisi Akademik
  8. DEKON MODUL 3.1 : DEKON MODUL 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin
  9. DEKON MODUL 3.2 : DEKON MODUL 3.2 Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya
  10. DEKON MODUL 3.3 : DEKON MODUL 3.3 Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid



DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID

 DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID


Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mengembangkan ide dari ruang kolaborasi menjadi sebuah prakarsa perubahan dalam bentuk rencana program/kegiatan yang memanfaatkan model manajemen perubahan BAGJA.

Pertanyaan Pemantik  

  • Bagaimana kerangka BAGJA dapat membantu perencanaan program/kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler atau ekstrakurikuler?
  • Apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun perencanaan program/kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler atau ekstrakurikuler?
  • Siapa saja yang perlu dilibatkan dalam menyusun perencanaan program/kegiatan intrakurikuler, ko-kurikuler atau ekstrakurikuler?
  • Bagaimana kita dapat menggalang dukungan, mengarahkan proses dialog, dan mendorong kolaborasi bersama murid, guru, kepala sekolah, atau anggota lain dalam komunitas sekolah?

Selamat bertemu kembali Ibu/Bapak CGP.
Semoga Ibu/Bapak senantiasa sehat dan semangat mengikuti program pembelajaran guru penggerak ini. Saat ini Ibu/Bapak telah sampai pada tahapan pembelajaran ke-4.  Dalam tahapan ini, Ibu/Bapak akan membuat perencanaan program/kegiatan yang lebih detail di sekolah masing-masing. 

Jika pada tahapan Ruang Kolaborasi Ibu/Bapak baru sebatas mengeksplorasi gagasan dan membuat gambaran umum, maka di tahapan ini Ibu/Bapak akan mencoba membuat rencana perubahan terkait dengan program/kegiatan yang ingin Ibu/Bapak terapkan. Ibu/Bapak dapat memilih apakah kegiatan atau program yang ingin dirancang adalah kegiatan atau program intrakurikuler, ekstrakurikuler, atau ko-kurikuler. Hal terpenting adalah saat merancang program/kegiatan tersebut,  Ibu/Bapak CGP harus menggambarkan bagaimana suara, pilihan, kepemilikan murid akan didorong, serta mengembangkan satu atau lebih karakteristik lingkungan yang akan mendukung tumbuh kembangnya kepemimpinan murid tersebut.

Ibu/Bapak CGP dapat memanfaatkan ide-ide yang telah didiskusikan dalam tahap ruang kolaborasi untuk menyusun rumusan prakarsa perubahan bagi sekolah Ibu/Bapak sendiri. Kemudian, gunakanlah kerangka manajemen perubahan BAGJA (yang telah dipelajari di modul-modul sebelumnya) dengan menyusun pertanyaan dan langkah-langkah apa yang harus dilakukan dalam setiap tahapan BAGJA tersebut dengan mempertimbangkan:

  • poin-poin mana dalam komponen Profil Pelajar Pancasila yang dapat dikembangkan melalui program/kegiatan ini,
  • aset dan kekuatan mana yang telah dimiliki sekolah dan dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan program/kegiatan ini,
  • mana saja karakteristik lingkungan yang mendukung tumbuhkembangnya kepemimpinan murid yang dapat dibangun melalui program/kegiatan ini.
  • bagaimana suara, pilihan, dan kepemilikan murid akan diwujudkan melalui program/kegiatan ini.

Tugas DEKON MODUL 3.3 bisa dilihat di link berikut : DEKON MODUL 3.3

AKSI NYATA MODUL 3.3

 AKSI NYATA MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID


Tujuan Pembelajaran Khusus:  

          1. CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata. 
          2. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut.

Pertanyaan Pemantik:

Bagaimana saya dapat menerapkan rancangan program yang telah saya buat ke dalam bentuk aksi nyata? Langkah-langkah apa yang bisa saya lakukan?

Selamat Ibu/Bapak sekalian! 

Ibu/Bapak telah sampai pada tahapan pembelajaran yang terakhir dari modul ini, yang sekaligus merupakan tahapan terakhir dari keseluruhan rangkaian modul Program Guru Penggerak. Kami yakin, cara pandang baru, pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang telah Ibu/Bapak kembangkan dalam proses belajar selama ini, telah memberi bekal yang cukup untuk memulai aksi perubahan dalam praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan sehari-hari oleh Ibu/Bapak.  Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa, perubahan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita dapat memulainya melalui langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat kita pengaruhi terlebih dahulu. Lewat perubahan-perubahan kecil yang Ibu/Bapak buat, kami yakin dampak positif akan dapat dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah Ibu/Bapak, yang kemudian mampu menginspirasi lingkungan yang lebih luas.

Di dalam tahapan terakhir ini, Ibu/Bapak akan mulai mewujudkan perubahan kecil tersebut dengan mencoba menerapkan tahapan B dan A dari model prakarsa perubahan  BAGJA  yang telah Ibu/Bapak buat sebelumnya. Mengapa di tahapan aksi nyata ini Ibu/Bapak hanya akan melakukan tahapan B dan A? Hal ini karena tahapan selanjutnya dari proses BAGJA  ini (tahapan GJA) akan diimplementasikan selanjutnya bersamaan dengan saat Ibu/Bapak melakukan kegiatan lokakarya.

Berikut ini adalah panduan bagi Ibu/Bapak dalam mewujudkan aksi nyata tersebut.  

    1. Ibu/Bapak akan mendapatkan waktu selama kurang lebih 1 minggu untuk mengimplementasikan tahapan B (buat pertanyaan) dan A (ambil pelajaran).
    2. Implementasikanlah/lakukanlah tindakan-tindakan dan rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya.
    3. Berdasarkan implementasi atau tindakan yang telah dilakukan tersebut, lihatlah kembali pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat di Tahapan B (Buat Pertanyaan).  Analisislah untuk melihat apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut masih relevan. Lakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.
    4. Setelah dilakukan penyesuaian atau perbaikan (jika memang diperlukan), lanjutkanlah implementasi ke tahapan berikutnya (Tahapan A - Ambil Pelajaran).



Bisa juga dilihat pada link berikut ini : AKSI NYATA MODUL 3.3

Monday, November 18, 2024

ELABORASI 8 Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

 ELABORASI 8

Elaborasi Pemahaman Modul 3.1. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Instruktur : VIVIT EKA DAMAYANTI
Pelaksanaan : 
21 Oktober 2024
Waktu : 
15:30 - 17:00 wib

Tujuan Pembelajaran Khusus :
CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan.

Pertanyaan Pemantik:

  1. Apa yang ingin saya ketahui lebih lanjut? 
  2. Apa yang menarik perhatian saya? 
  3. Apa yang belum saya pahami?

Penugasan Mandiri:

Di unit pembelajaran 6 ini, Anda diminta menuliskan beberapa pertanyaan untuk mengelaborasi pemahaman Anda terhadap konsep-konsep yang belum dipahami, hal-hal yang menarik bagi Anda, serta pertanyaan-pertanyaan lanjutan.

Dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat, Anda akan semakin memahami materi dengan lebih mendalam. Tulislah pertanyaan-pertanyaan tersebut ke dalam format yang tersedia di LMS atau melalui fasilitator.
Fasilitator akan membaca dan menyeleksi pertanyaan-pertanyaan Anda, dan pertanyaan yang terpilih akan dijawab dan didiskusikan melalui video conference pada hari dan tanggal yang tercantum di LMS.

ELABORASI 7 Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik

 ELABORASI 7

Elaborasi Pemahaman Modul 2.3. Coaching untuk Supervisi Akademik

Instrukutur : FIRMAN ZAKARIA
Pelaksanaan : 
02 Oktober 2024
Waktu :  
13:00 - 14:30 wib

Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP dapat mengelaborasi pemahamannya tentang coaching melalui proses tanya jawab dan diskusi.

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, 

Pada fase ini kita akan berdiskusi  untuk mengelaborasi pemahaman Anda bersama instruktur secara tatap maya  mengenai konsep coaching dalam konteks pendidikan, khususnya pada ranah supervisi akademik. Pada sesi ini, Anda akan mendiskusikan hal  tersebut dan bersama-sama membuat kesepakatan pemahaman mengenai coaching dalam konteks pendidikan.

Sebelum mengadakan sesi elaborasi pemahaman bersama instruktur, tuliskan hal-hal yang ingin ditanyakan terkait konsep coaching dalam modul ini, yaitu konsep coaching dalam konteks pendidikan, prinsip dan paradigma berpikir coaching sebagai, keterampilan dasar coachingCoaching dengan alur TIRTA dan supervisi akademik yang menggunakan paradigma berpikir coaching. Pertanyaan-pertanyaan ini akan didiskusikan bersama instruktur saat sesi elaborasi pemahaman nanti.

Namun, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, tetapi seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 2.3 ini. Berkenaan dengan hal tersebut, silakan sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan praktik pembelajaran sosial dan emosional kepada instruktur Anda melalui kuesionner yang di LTI Webinar. 



ELABORASI 6

 ELABORASI 6

Elaborasi Pemahaman Modul 2.2. Pembelajaran Sosial dan Emosional


Instruktur : Bpk. SENO
Pelaksanaan : 13 September 2024 
Waktu : 13:00 - 14:30 wib



“Kita akan lebih mudah memahami dan menghadapi masalah yang timbul, jika saja kita mau mengakui bahwa kita juga punya kelemahan dan ketakutan yang sama.” 

(Rusdy Rukmarata, Budayawan)


Durasi: 2 JP
Moda: Konferensi Daring
Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP dapat menggali ide-ide untuk mengkonsolidasi dan menumbuhkembangkan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial dan emosional baik di kelas, sekolah, hingga keluarga dan komunitas.

Sebelum Anda melakukan diskusi, berikut beberapa pertanyaan yang diharapkan dapat Anda jawab setelah menyelesaikan kegiatan ini.

  1. Apakah pencerahan yang sudah saya dapatkan khususnya yang berkaitan dengan implementasi pembelajaran yang berpihak pada murid? Apakah hal yang masih menantang?  
  2. Bagaimana saya dapat membuat dampak positif  yang lebih konsisten?

Selamat datang di sesi Elaborasi Pemahaman!  

Apa kabar Bapak/Ibu CGP semuanya? Semoga kesehatan, kebahagiaan dan kebaikan selalu melingkupi hari-hari Anda. Setelah mempelajari berbagai paradigma dan praktek pembelajaran sosial emosional, apakah hal yang ingin Anda tanyakan lebih lanjut?  Diharapkan Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak dapat mendorong rasa keingintahuan dalam bentuk pertanyaan mendalam untuk dibahas bersama Instruktur.   

Dalam dua jam pelajaran ini, Anda akan memiliki kesempatan untuk melakukan konferensi video untuk bertemu dengan instruktur Anda. Silahkan sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan praktik pembelajaran sosial dan emosional kepada instruktur Anda melalui kuesioner pertanyaan. Anda akan diberi ruang untuk menyampaikan potensi, keraguan, dan tantangan dalam pembelajaran sosial dan emosional. 

Namun, bukan soal seberapa banyak pertanyaan yang disampaikan, tetapi seberapa pentingkah pertanyaan tersebut bagi Bapak/Ibu dalam menguatkan pemahaman pada Modul 2.2 ini. Berkenaan dengan hal tersebut, silakan sampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih Anda miliki terkait dengan praktik pembelajaran sosial dan emosional kepada instruktur Anda melalui kuesionner di LTI Webinar. 

 


LOKAKARYA 5

 LOKAKARYA 5


  • Waktu : 10 November 2024
  • Pemahaman bermakna: Menjalankan tahapan inkuiri apresiatif (BAGJA) membantu Calon Guru Penggerak dalam merancang program berorientasi pada kepemimpinan murid (student agency) dengan mengoptimalkan aset yang dimiliki sekolah.
  • Produk yang dihasilkan
  • Rencana tindak lanjut tahapan B (Buat pertanyaan), A (Ambil pelajaran), dan G (Gali mimpi) dari tahapan BAGJA untuk merancang program yang berpihak pada murid. 
  • Strategi pelibatan aktor dalam fase gali mimpi.
  • Rencana program bagian Judul Program atau kegiatan, latar belakang, dan tujuan program.
Bisa di lihat di link berikut : LOKAKARYA 5
     

Friday, November 1, 2024

Ruang Kolaborasi Sesi 2 Modul 2.3

Ruang Kolaborasi Modul 2.3 - Sesi Praktik 🟢

Kamis, 26 September 2024 Pkl.14.00 s/d 15.30 WIB



To-do date: 26 Sep at 7:00

Durasi:  2 JP
Moda: Praktik (vicon)

Tujuan Pembelajaran Khusus: CGP dapat mempraktikkan alur percakapan coaching TIRTA dan melakukan refleksi terhadap praktik percakapan coaching yang telah dilakukan dengan sesama rekan CGP


Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, 

Setelah Anda berlatih dengan rekan Anda, sekarang saatnya untuk mempraktikkan percakapan coaching dan memberikan refleksi mengenai praktik percakapan coaching yang telah dilakukan di dalam kelompok bersama fasilitator. Pastikan Anda sudah berlatih dengan baik. Praktik percakapan coaching ini akan diamati oleh sesama CGP lainnya dan fasilitator. Harapannya, setelah masing-masing pasangan CGP mempraktikkan percakapan coaching dan memberikan refleksinya masing-masing, CGP lain dan fasilitator dapat memberikan umpan balik berdasarkan data dan refleksi mengenai praktik CGP tersebut. Praktik ini juga akan dinilai oleh fasilitator dengan menggunakan rubrik penilaian.

Ruang Kolaborasi Modul 2.3

 Ruang Kolaborasi Modul 2.3 Sesi 1

26 September 2024 Pkl. 13.00 s/d 15.30 WIB


To-do date: 25 Sep at 7:00

Durasi:  JP
Moda: Kerja kelompok (sesi latihan)

Tujuan Pembelajaran KhususCGP dapat membentuk komunitas praktisi dengan sesama CGP untuk berlatih melakukan praktik percakapan coaching dengan alur TIRTA.


  1. Secara bergantian, sepasang CGP akan berlatih percakapan coaching dengan model TIRTA baik sebagai coach maupun sebagai coachee. Pada sesi 1, CGP X akan menjadi coach bagi CGP Y. Berikutnya, CGP Y akan menjadi coach bagi CGP X.
  1. Topik atau hal yang akan dijadikan bahan percakapan coaching bisa merupakan situasi sehari-hari baik sebagai seorang guru maupun pribadi. Bahkan, bisa merupakan topik yang sangat sederhana.
  1. Pastikan langkah-langkah dalam percakapan coaching alur TIRTA dalam berlatih percakapan coaching dipraktikkan dengan baik
  1. Setelah bergantian berlatih mempraktikkan percakapan coaching, setiap CGP akan memberikan refleksinya masing-masing dengan format refleksi yang disediakan.

Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, 

Anda tentunya sudah memahami konsep coaching dalam konteks pendidikan, komunikasi yang memberdayakan sebagai keterampilan dasar coaching, Percakapan coaching dengan alur TIRTA dan supervisi akademik yang menggunakan paradigma berpikir coaching baik melalui pembelajaran mandiri dan diskusi. Sekarang saatnya Anda berkolaborasi dengan rekan calon guru penggerak lainnya untuk membentuk  komunitas praktisi secara daring.

Pada sesi latihan ini, Anda akan bekerjasama dengan satu CGP lainnya untuk berlatih percakapan coaching dengan alur TIRTA.




LOKAKARYA 4

 LOKAKARYA 4

Pemahaman bermakna: 

Coaching adalah sarana untuk mengidentifikasi kekuatan dan merencanakan strategi perbaikan diri dalam proses pembelajaran yang berpihak pada murid.


Produk yang dihasilkan

  • Hasil identifikasi kekuatan, area pengembangan dan umpan balik guru/rekan sejawat
  • Rencana perbaikan dan strategi pengembangan proses pembelajaran yang berpihak pada murid.


Bisa diliahat di link video berikut : LOKAKARYA 4




LOKAKARYA 3

 LOKAKARYA 3

Pemahaman bermakna: 

  • Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional memungkinkan guru untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran.

Produk yang dihasilkan: 

  • Hasil refleksi dari simulasi dan penerapan pembelajaran berdiferensiasi. 
  • Hasil refleksi dari Praktik mindfulness dan integrasi 5 kompetensi sosial emosional dalam praktik mengajar. 
  • Strategi berbagi pengalaman belajar dengan rekan sejawat mengenai pembelajaran berdiferensiasi dan kompetensi sosial emosional.

Link Video Bisa dilihat disini : Lokakarya 3